Sabtu, 18 Juni 2011

Andai Hidup Bisa Lebih Mudah

Tentu lebih sedikit
anak anak menangis di lampu merah
dicubit ibu dalam gendongan
agar tiap air mata
berubah jadi harta.

Tentu lebih sedikit
gadis menangis di laju motor
bawa sesak dari rumah
sumpek oleh serapah
mampir di banyak pagi
yang kotor.

Tentu lebih sedikit
ibu menangis di halaman rumah sakit
atau di ruang tunggu penjara
tempat ratapan jadi nyanyian
setiap hari sehari hari
bangkai lagu dicipta.

Tentu lebih sedikit
keluarga menangis tunggu kiriman
dari negeri tetangga
uang ibu, peluh kelu ibu, luka luka ibu, jenasah ibu
kehamilan ibu
nasib yang terbuang.

Tentu lebih sedikit
perempuan menangis membuka baju
meneriakkan kecurangan
penguasa sesat
penutup penghidupan
juga kehidupan.

Andai kekuasaan tersungkur menuju hati.
Andai ketamakan tak meledak seperti jumlah penduduk negeri.
Andai lebih sedikit penduduk partai suka berada di pesta pesta
atau di pentas pentas bintang yang menjauhkannya dari derita rakyat.

Berada di negeri ini. Ah.
Andai hidup bisa lebih mudah.



130511

Kamis, 20 Januari 2011

Perempuan Yang Terlupa


: Sipon



Mungkin terlalu enak dan nyaman,
hidup saya
oleh tumbangnya penguasa lama.
Lalu tutup mata pada penguasa baru
yang nyatanya serupa.

Seperti kekaguman pada keberanian Wiji Thukul,
tanpa maksud ikut
(karna takut)
untuk berjalan di atas kisah hidupnya,
saya
hanya setuju pada yang betul.

(Sementara saya lupa).
Ada tangis dan jerit
seteguh roda mesin jahit,
ganti jadi kepalakeluarga.
Biar anakanak terus terurus
dengan becus.

Mungkin juga ribuan kali ada,
kau
sendiri
kacau,
meneriakinya.

Keluarlah.
Keluarlah dari dalam kabut yang datang di cuaca tak lazim.
Keluarlah
Keluarlah dari gua sejarah yang dibungkam dengan paksa.

Betapa saya, belajar
soal perjuangan menolak lupa,
sehingga jiwa dihajar
bangkit jadi manusia (perempuan).

Kepadamu.
Saya malu di banyak waktu.
Betapa kuatnya kau peluk
puisipuisi yang telah mengasapkan suamimu.



semarang,6jan11

Janjian Di Mal



Janjian dengan kawan masa lalu
di mal yang asing
hanya membawa uang tuk beli susu
suarasuara separuh harga begitu bising

ingin kuajak diri egois
menukar jatah susu dengan sebuah penampilan.
Bukankah itu penting agar hidup bergairah?
Teringat seorang pakar menuliskannya di buku laris.

Di toko buku dan lagu
hasrat ingin jadikannya koleksi
di toko kacamata
hasrat ingin jadikan ku aksi
di toko baju
hasrat ingin jadikan ku seksi
di toko perhiasan
hasrat ingin jadikan gengsi bisa atraksi
dan
di toko mainan anak,
segala hasrat memerihkan afeksi.


Aku terdampar asa
di toko kelontong raksasa
imajinasi nelangsa
lakukan transaksi
tanpa seleksi
tanpa seleksi.

tapi hanya ada uang, jatah susu anakku

Berjam jam aku menunggu,
tapi ia tak juga muncul
“Tunggu sebentar”, kata telpon genggam
berkalikali,”Tanggung.”

Aku kelaparan dan sendirian.
Sampai ia datang
diskusi soal hadiah demi tradisi, dan
akhirnya padaku, ia berniat pinjam uang.

Saat itu.
Kudapati uang jatah susu anakku melotot
pada tas tas belanja yang penuh dengan toko.



semarang,28Des10

Lagu Pengharapan


Garisgaris yang kita lukis di bawah langit,
perlahan pudar lalu hilang dibelai angin.
Namun langit selalu tahu bahwa,
seseorang telah mencoba menggapai nyawa

dengan darah,

darah.


Semarang,21Des10

Senin, 13 Desember 2010

Untukmu, Hari Ini


: Dahlia Pane


Ingin sekali celupkan diri, dalam pupil mata Tuhan
biar jadilah milikku segala penglihatan.
Aku hanya ingin menghitung berapa duka lagi
harus kau hadapi tanpa diratapi.

Lalu segera kusiapkan pasukan tuk menumpasnya tuntas
agar lapanglah jalan dan ringan langkahmu
semilir seperti angin lari telanjang kemana suka
selanjutnya tinggal tawa paling bahagia paling merdeka.

Lihatlah betapa ingin berkuasanya diriku
atas warisan luka yang menimpamu, lalu
kutebang takut tumbangkan kalut hatimu.

Sungguh mustahil dan terbatasnya diri. Aku tak bisa
jadi manusia pelindung sedang tanpa kau sadar
kerudung putihmu terbingkai doa doa kudus,
telah lama jadi payung pelindung bagi tubuh
mu, ku, dan mereka yang seperti kita punya kisah.

Adakah
dewasa jadi getar masalah,
padahal manusia punya masa?
Bukankah
masa depan selalu tunduk pada langkah,
hanya bila kau menganggapnya tiada?

Bersyukurlah saja,
kau bukan perempuan semenjana
yang diciptakan cuma sekedar
jadi pengutip mimpi.


semarang,juli2010

Mimpi Mimpi Bunda


Kau ajarkan tentang
burung yang berani terbang
langittinggi, dan bercerita lantang
sebuah harapan kebebasan
kepada seorang anak perempuan
yang gamang oleh aturan.

Kau serahkan serpihan
sayap sederhana
agar perlahan ia rakit
sambil awasi sedikit,

kau diam
memilih diam
diam diam

kau ratapi
milikmu yang terbakar
oleh api,
yang kau ijinkan mengakar.

O putriku,lepaskan aku dari tanya.

Mengapa ciptakan angin
bila badan mengucap dingin.

Mengapa rentangkan tangan
bila melayang hanya kan angan.



semarang,13des2010

Tuhan, Mari Kita Berdosa


Hujan yang menderas
kiranya bisa bersihkan
kotoran dari tubuh dekil.
Mungkin Kau bayangkan sebentuk gigil
terbit
dari diri.

Tapi tahukah?
Diamdiam pula airnya, suburkan
anak anak rambut
yang tiap helainya
adalah pokokpokok dosa.

Maka biar aku mabuk
oleh beban harapan
menari nari
tinggikan Engkau
Allahku ya Allahku mengapa Kau tinggalkan Aku?

sungguh mengapa
Kau tinggalkan Aku.
Kali ini akan
kupaksa Kau
berganti tempat duduk.

Han,
marilah kita berdosa.
Biar aku yang pimpin.


semarang,2des2010