tempat tempat pertemuan kita, sayang
kulewati lalu menjadi api
lebih erat lebih dekat lagi
kujaga di dada sekuat dekap tangan
lihat, namamu tinggal di sana
menghuni batin dan menghanguskan apa saja
yang pernah ada sebelumnya
bara telah mengembara
mendidihkan kata kata yang kugilai
dari pelukan pahit tercipta
santap segar di perjamuan
dan sepasang tubuh enggan beranjak
bertahanlah, karena aku sulit bosan
bahkan ketika kau ulang dan ulangi
sejumlah kepedihan dari sepi diri
yang kita tukar dengan angan angan
bila kau mulai kesulitan menatap wajahku,
tusukkanlah setiap air mata ke semua pakaian yang kau kenakan,
bahkan yang paling tak kau suka sekalipun
lalu lemparkanlah ke ujung langit dimana tubuhku telah terperangkap
untuk mencecap hujan yang datang di kemarau
kecemasan menyeretku ke tubir masa
kenangan yang tak pernah kusesali
12Sept12
Tampilkan postingan dengan label Roman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roman. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Oktober 2012
Sabtu, 04 Februari 2012
Cuaca Malam Minggu
cinta tak pernah salah
sayang,
tak selalu tepat
cinta selalu tepat
sayang,
pernah salah
datang
Semarang, 05Peb12
sayang,
tak selalu tepat
cinta selalu tepat
sayang,
pernah salah
datang
Semarang, 05Peb12
Kamis, 11 Maret 2010
Ditindihi Gengsi
ini surat untukmu, sayang
tengoklah, aku ada dibelakang
ah. kau pergi melenggang
kepalang pulang
2010
Senin, 08 Februari 2010
Puisi Patah
biar retak
lalu tersentak
biar berserak
tanpa berkerak
hancurkan saja
cinta
yang buatku tergelitik
biarkan diri ciumi sesak
ke arahmu kubergerak
pada(hal) kau yang bukan milik
peb10,semarang
Rabu, 10 Juni 2009
Gandrung
teruntuk Ipung
Rinduku keterlaluan padanya hari ini.. jiwanya begitu memukaukan bahagiaku,.. hingga dentuman kerinduan ini tak dapat kumatikan detaknya. Sangat. Aku rindu pada wajah beningnya,… tak pernah terlewatkan satupun bagian dari diri dan hidupnya yang kurindukan. Letupan cahaya ini mengandung harapan, bahwa esok tak ada luka yang tak terbalut.
Sayangku. Disana kau menggengam sukma kecintaanku. Kau rengkuh segala darah kerinduan ini untuk kau peluk. Aku tak dapat lagi palingkan ragaku dari matamu yang lembut tenang. Bibirmu hanya dapat kusapu melalui angan. Bahkan ketika cinta ini berteriak minta dipertemukan. Aku kewalahan menutup mata hasratku yang ingin segera mengakhiri perpisahan ini ..
Beri aku angan untuk temukan kau disana, aku sangat takut kau sendiri dan sepi.
Beri aku angan untuk menciummu, aku sangat takut bibirmu menjadi dingin dan kering.
Beri aku angan untuk memelukmu, aku sangat takut kepedihan menjamur pada pundakmu.
Beri aku angan untuk bercengkerama denganmu, aku sangat takut pikiran dalam rasamu hancur tak mengalir.
Sudah. Hanya kau, sayangku. Kuputuskan hidup pada wajah hangat milikmu. Kata-katamu yang tampan, pancaran kasihmu yang manis, kenakalanmu yang baik hati, candamu yang tak pernah kecewa, keluguanmu yang tulus, …. Tak kan pernah tergantikan, bahkan oleh siapapun…
Kala kini. rinduku jadimenjadi. Padamu. Hanya.
Semarang-2004
Rinduku keterlaluan padanya hari ini.. jiwanya begitu memukaukan bahagiaku,.. hingga dentuman kerinduan ini tak dapat kumatikan detaknya. Sangat. Aku rindu pada wajah beningnya,… tak pernah terlewatkan satupun bagian dari diri dan hidupnya yang kurindukan. Letupan cahaya ini mengandung harapan, bahwa esok tak ada luka yang tak terbalut.
Sayangku. Disana kau menggengam sukma kecintaanku. Kau rengkuh segala darah kerinduan ini untuk kau peluk. Aku tak dapat lagi palingkan ragaku dari matamu yang lembut tenang. Bibirmu hanya dapat kusapu melalui angan. Bahkan ketika cinta ini berteriak minta dipertemukan. Aku kewalahan menutup mata hasratku yang ingin segera mengakhiri perpisahan ini ..
Beri aku angan untuk temukan kau disana, aku sangat takut kau sendiri dan sepi.
Beri aku angan untuk menciummu, aku sangat takut bibirmu menjadi dingin dan kering.
Beri aku angan untuk memelukmu, aku sangat takut kepedihan menjamur pada pundakmu.
Beri aku angan untuk bercengkerama denganmu, aku sangat takut pikiran dalam rasamu hancur tak mengalir.
Sudah. Hanya kau, sayangku. Kuputuskan hidup pada wajah hangat milikmu. Kata-katamu yang tampan, pancaran kasihmu yang manis, kenakalanmu yang baik hati, candamu yang tak pernah kecewa, keluguanmu yang tulus, …. Tak kan pernah tergantikan, bahkan oleh siapapun…
Kala kini. rinduku jadimenjadi. Padamu. Hanya.
Semarang-2004
Langganan:
Postingan (Atom)