larikku tawar
tak lagi sekuntum
mawar
baitku hambar
karna angkuh yang ku
umbar
akulah si pongah
tak tahu diri
tempat kesombongan
mesti dikuliti
duh, Ibunda semesta
penguasa langit bumi
jauhkan aku dari puisi
bila nurani menuju
mati
2010
Minggu, 29 Agustus 2010
Senin, 09 Agustus 2010
Serapah Ibu
yang sanggup beri warna cinta
merah putih, hitam
dalam hidup
yang sanggup letakkan es dan api
di meja makan
setiap waktu
yang sanggup beri pelukcium
berupa lebam
di badan
yang sanggup buatmu sangsi
tentang diri
kandung kah tiri?
yang sanggup syairkan kuat
tentang kualat
dan kesaktian doa
yang sanggup kipas emosi
berlarian
tiada arah kendali
yang sanggup menjebakmu di satu titik
terkunci mati
pada ambigu dan kontradiktif
yang sanggup buatmu
berpikir indahnya
membunuh
diri
semarang,09agustus2010
Senin, 19 Juli 2010
Merangkul Waktu
: Koelit Ketjil
adakah ijin bagi waktu
sebentar saja
berhenti di terang air mata
tempat kebahagiaan jadi sungainya
adakah ijin bagi waktu
sebentar saja
agar terhenti di sebilah cerah
terangkan jalan hingga ke ujung
memang nyatanya,
ada hujan datang di kemarau
ada anak nangis teriak parau
keadilan dilipat samar terlihat
kedamaian diacak biar minggat
juga ada,
cahaya langka jadi seterang kemewahan
ledakan tabung jadi genderang kemegahan
maka mari merangkul waktu
yang ngerti indah itu satu
dimana tangan tangan terulur
dimana sulur sulur doa tersalur
dan ketika lebur
waktu terhenti
bagi berdua
2010
adakah ijin bagi waktu
sebentar saja
berhenti di terang air mata
tempat kebahagiaan jadi sungainya
adakah ijin bagi waktu
sebentar saja
agar terhenti di sebilah cerah
terangkan jalan hingga ke ujung
memang nyatanya,
ada hujan datang di kemarau
ada anak nangis teriak parau
keadilan dilipat samar terlihat
kedamaian diacak biar minggat
juga ada,
cahaya langka jadi seterang kemewahan
ledakan tabung jadi genderang kemegahan
maka mari merangkul waktu
yang ngerti indah itu satu
dimana tangan tangan terulur
dimana sulur sulur doa tersalur
dan ketika lebur
waktu terhenti
bagi berdua
2010
Sabtu, 17 Juli 2010
Satria Kecil Belajar Cinta
ingin temukanmu,
lelaki kecilku
dan mengacak rambutmu
atau memelukmu
sepenuh sayang
betapa bodohnya kau
tak manfaatkan waktu kenal cinta
betapa bodohnya waktu
tak mengajakmu bertemu seribu ia
dimanakah kau, satria
ada bapa ada ibu yang kau jaga periuknya
ada bocah tiada bapa tiada ibu yang kau jaga hidupnya
lihat, perkara besar kau sanggup pikul
lelaki kecil bikin bangga
sampai lupa kisah sendiri
cinta sekali tumpah
di pangkumu yang ringkih
aduh tersengat sakit
lalu buatmu sudah
kau mesti belajar
cara memeluk luka
ciumi saja rasakan saja
tanpa jera
jangan jera
sampai kau temukan
senyatanya sengatan
adalah rajam
yang dewasakan
bentuk cinta
satria kecil,
pandanglah dengan berani
meski kau gagal sekali
kau tidak tamat sama sekali
2010
Malam di Perempat Jalan
: Kika
jika hari ini
kesepian batal pergi
mungkin karna ia
diam diam cinta
padamu, yang tersendiri
ia lekat seperti lintah
namun enggan mengisap
malam paling sunyi paling suci
milikmu, yang kau peluk
erat
erat
sampai menetas cahaya
mungkin juga ia ngerti,
diam diam kau rindukan ia
datang mengurai rambutmu, atau
sekedar dengarkan sebongkah galau
sembari duduk, ia salurkan
kekuatan agar terpecah
lewat teriak
mu
1707.2010
jika hari ini
kesepian batal pergi
mungkin karna ia
diam diam cinta
padamu, yang tersendiri
ia lekat seperti lintah
namun enggan mengisap
malam paling sunyi paling suci
milikmu, yang kau peluk
erat
erat
sampai menetas cahaya
mungkin juga ia ngerti,
diam diam kau rindukan ia
datang mengurai rambutmu, atau
sekedar dengarkan sebongkah galau
sembari duduk, ia salurkan
kekuatan agar terpecah
lewat teriak
mu
1707.2010
Selasa, 13 Juli 2010
Ibu Adalah Laut
Ibu adalah laut
rahim tempat kehidupan
terlindung
bahu tempat penghidupan
bergantung.
Ibu adalah laut
garami kisah yang tawar
kerapuhan ditiupi angin
desah desau misteri
kekuatan datang dari ratapan.
Siapa hidup
di peluk Ibu
siapa mati
di genggam Ibu
siapa
siapa yang kira
kemana jiwa bergerak
siapa.
Tapi Ibu adalah laut
yang pasrahkan diri diwarna langit
tengadah nantang mataharibulan genit
yang gantian bercermin tanpa ampun.
Oh,
seperti berada di ujung maut
dalam buai bayang takut
sungguh mati disini,
ibu kesepian seperti laut.
2010
Sabtu, 26 Juni 2010
Langkah Menuju Kekal
:Gereja Atmodirono
Lihat lihatlah lihat
gereja megah sudah kita punya
tujuh puluh tahun kesetiaan menitik
disaksikan kokoh bangunan neo gotik.
Adakah Tuhan beserta kita
saat mendekap altar memberi tenang
alunan lagu megah membuai umat yang ramai
dalam bangga dalam pasrah dalam damai?
Bila bilakah bila
duduk berdoa diam terpejam
peluk tradisi tersenyum bangga
mampu ingatkan langkah pada tugas?
Masih timpang keadilan dan perdamaian
kemiskinan meluas tanpa belas
alam compang camping mohon welas
ada pembunuhan kehidupan dan penghidupan.
Lihat lihatlah lihat
diluar sana anak anak menangis
ibu bapa tak bisa makan jadi petaka
kematian belum sempat mengenal kasih.
Tilik dan selidiki
kemana harusnya langkah diri
sediakah mari
bersatu tekadkan kaki
dan pastikan ini:
hancuri segala ruang nyaman
lawan gaya hidup mewah
tumbangkan kesenjangan
koyak segala ketidakadilan
sebab kesanalah kita berjuang
menuju kekal.
2010
Lihat lihatlah lihat
gereja megah sudah kita punya
tujuh puluh tahun kesetiaan menitik
disaksikan kokoh bangunan neo gotik.
Adakah Tuhan beserta kita
saat mendekap altar memberi tenang
alunan lagu megah membuai umat yang ramai
dalam bangga dalam pasrah dalam damai?
Bila bilakah bila
duduk berdoa diam terpejam
peluk tradisi tersenyum bangga
mampu ingatkan langkah pada tugas?
Masih timpang keadilan dan perdamaian
kemiskinan meluas tanpa belas
alam compang camping mohon welas
ada pembunuhan kehidupan dan penghidupan.
Lihat lihatlah lihat
diluar sana anak anak menangis
ibu bapa tak bisa makan jadi petaka
kematian belum sempat mengenal kasih.
Tilik dan selidiki
kemana harusnya langkah diri
sediakah mari
bersatu tekadkan kaki
dan pastikan ini:
hancuri segala ruang nyaman
lawan gaya hidup mewah
tumbangkan kesenjangan
koyak segala ketidakadilan
sebab kesanalah kita berjuang
menuju kekal.
2010
Langganan:
Postingan (Atom)