Selasa, 25 Mei 2010

Pulanglah Penyair Petualang!


Kukembalikan bait puisimu
yang penuh kelu mendayu,
nyatanya kata cuma dusta
dari petualang yang dahaga.

Kukembalikan seorang penyair
yang bertualang tak kenal akhir,
memburu cinta para perempuan
yang limbung pahami kehidupan.

Biar segala kembali ke asal.
Ku tak mau berkayuh dalam sesal,
teperdaya cumbuan gombal
dari bibir seorang pembual.

Ya.

Kukembalikan sebentuk puisi
kepada penyajaknya,
seperti seorang penyihir
kembali pada ucap mantranya.


2010

Rabu, 19 Mei 2010

Ambigu


kalian datang sarat hasrat
bawa cinta yang sempurna
untukku yang pernah dungu
tuju surga yang ungu

mama, jangan lagi angani bunuh diri
yang jiwanya ingini setia ciumi kami


rambutku sudah diurai
darah tlah dikeluarkan dari luka
di bangsal ini aku bercerai
dari putus asa dari kering jiwa

pasien kesekian kasus kering peluk
dinyatakan sembuh karna kalut terbalut


kutatap suami yang seperti ngerti
pernah di kegelapan kudekap kau
dimana gerangan lelakiku
lalu air matamu ngalir

istriku, tak kubiarkan sesakmu berulang
biar binar bahagia tak lagi berpulang


mengapa kalian awetkan cinta
padaku yang begini rapuh
dimana sebenar benar bahagia
yang sejuknya buatku mengaduh

mari lekas menuju rumah
sebab kesanalah
masih mungkin kutemu
serpihan lelakiku



2010

Minggu, 16 Mei 2010

MENOLAK LUPA!


kulihat poster poster bergambar Munir
MENOLAK LUPA!
tegas terbaca
di gang gang di jalan jalan tercium bau anyir

diingatkan Mei
dimana mana kemana mana
dari masa ke masa
dehumanisasi terus terjadi

yang hidup
dipaksa mati
yang hilang
tak kembali

apa yang bisa kubuat?
dengarkan suara korban?
sebarkan kisah mereka?
dalam bentuk apa saja kubisa?

Elie Wiesel bilang,
“Mari merebut ruang,
agar kata kata terakhir
tidak dikuasai pelaku
tapi jadi milik korban!”

Jogjakarta, 2010

SandraPalupi

Jumat, 14 Mei 2010

Pada Titik Perjalanan


ia menjelma petir
diluar kehendak
yang menggelegar getir
dimana hendak

sekeras tenaga
ia menolak
segenap jiwa
ia mengelak

o, hasrat ini
tak seharusnya kualami
rasa ini
tak semestinya kuikuti


sekuat kuat ia bertahan
pertaruhkan kesetiaan
sekuat kuat ia berdoa
pertaruhkan kemurnian

tapi ia menjelma petir
yang menggelegar getir

seterang terang pijarnya
sepilu pilu hatinya


2010

Kamis, 29 April 2010

Lewat Kaca Spion


Keseharian ini tiba.
Kau kejar kupu kupu
kutata masa depanmu.
Pagi ingatkan keterpisahan.

Tangan kau kecup.
Wajah kucium.
Letakkan berkat di dahi.
Bersiap saling melambai.

Kendaraan melaju.
Kau pandangi punggung,
kutatap utuhmu lewat kaca.
Lambaian jauh menjauh
menuju hilang.

Rayap misteri jalari sukma,
mengapa jalan tak mau henti.
Tiada rambu kujumpa,
tanda jeda tuk istirah.

Sejak kini,
aku bagai seorang spion
yang terbatas ikuti gelakmu
terpaku bisu menahan rindu
lewat kaca spion.

Jaga baik dirimu, sayang.
Meski mendung meski malam,
mentari tak kemana bukan?

Kali ini,
ibu pamit pergi
tanpa tanda kembali.


2010

Minggu, 25 April 2010

Terbanglah, Menuju Mercusuar!


: Anak Indonesia, yang dihujani luka.



Mari kuambil nyawamu, Nak.
Kita janjian, kapan waktu yang tepat,
diam diam ya.
Diam-diam.

Tak sabar tunggui kode,
peta lebam di tubuh,
bau kulitdaging hangus,
gigi-gigi dipaksa tanggal,
kehormatan diperkosa.

Resah tunggui sinyal,
lezat makanan dan seterika panas,
nikmat bermain dan cambuk kayu.
Kanak-kanak diperam jadi kenyal.

Kutunggu tanda darimu, Nak.
Serupa warna isak tangis,
atau noda takut yang akut.

Jika kau tak kuat lagi,
selekasnya kita buat janji.
Ayo kita terbang, menuju mercusuar.
Tempat bagimu ada suaka.

Anakku,
bersegera, kita kesana!


2010

Senin, 12 April 2010

Dilema Percintaan


Mestinya bangga,
ada nafsu ditindas
tadi malam.

Mestinya senang,
seorang lelaki melata
sedekat tanah.

Mestinya lega,
gulita malam
tercekik lampu pijar.

Masih saja,

perempuan meratapi
sempak kekasih
yang hilang tergesa
tanpa pesan.


2010