Rabu, 31 Maret 2010

Selamat Ulang Tahun, Kita

: Abraham Maslow

Tengah malam kita janjian,
sekedar tiup lilin peringatan.
Kau yang ternama, aku si jelata,
hanya berdua.

Kita bertukar kisah serupa
masa masa sakit,
perih mendesir dari
mereka, yang lahirkan kita.

“Haus cinta merupakan
sejenis penyakit
karena kekurangan,” katamu.
Itukah sebabnya cinta bagimu penting?

Sejenak kita diam tertegun,
menuju ingatan cinta
yang pernah rusak
oleh rasa takut.

Kikuk. Kita berpelukan,
hadiah paling sayang paling manis.
Aku jatuh cinta dan hormat,
pada sebentuk jiwa humanis.

Bimbinglah aku menuju,
piramida tertinggi kebutuhan
yang kerap ajari aku jadi manusia
masak dan penuh,
sambil
terseok, kan kubenahi juga
semua kebutuhan terdasarku.

Selamat ulang tahun, Tuan.
Hari ini, adakah kau bahagia
di surga sana?

2010

Abraham Maslow, Tokoh Psikologi Humanistik. Lahir, 1 April 1908.
Dikenal dengan teori hirarki/piramida kebutuhan manusia yang terdiri dari 5 tingkatan.

Rabu, 24 Maret 2010

Buku Harian Semesta


ku entah ku tulis apa tuk jiwa jiwa bebal berkain keras hati tanpa nurani tajam menghantam sepi sepi tubuhku yang sempat meranum dibuai kasih mereka mereka yang telah coba coba wariskan keteladanan penuh tekad selamatkan ku penuh seluruh berkali kali bagi makhluk bumi yang entah bagaimana tercuri oleh manusia manusia tamak tak bermuka telanjangi tepi tepi jiwa ku siap siap kau sebut murka padahal bukan ku punya darah tapi kau tak terarah

pernah kah kau peduli akan ada ku?

pernah kah kau peduli akan ada ku dan aku
lain
yang tinggal bersama

mu?


2009

Ada Aman Tak Tenteram


CintaiMu, dengan caraku.

Bolehkah?

Atau hanya dengan caranya,
yang katanya adalah
caraMu.

Caranya bukan caraku tapi hanya caranya katanya caraMu
jadi caraku bukanlah caraMu
karna hanya caranya yang adalah caraMu
tapi caranya yang katanya caraMu
siksasiksa batinku

Tak bisakah?

cintaiMu tanpa caranya.

Tapi kuharus ikuti caranya, biar dunia
tahu kami sangat cintaiMu. Habishabisan kami mencinta,
darah dan jiwa berserah

hoooh
Tubuh ringkihku
kutemukan di selangkang gajah.
Kecil.Terhimpit.Sesak.Hampa udara.
Bau.

Belum jua kubebas beri
caracaracaracaraku
mencintai
Mu.


2004

Selasa, 23 Maret 2010

Bisikan Kekasih

:Teddy Delano


Kekasih hati,

Aku tak ingin tinggalkanmu,
tak kan.
Aku tak pernah lalai,
selalu.
Aku ada di seluruhmu,
segala.
Aku tak pernah mati,
tidak.
Aku tak pernah lari dari tanggungjawab,
tak mau.

Sedikit saja kau perhatian,
kebahagiaan ini lebihi luas alam semesta.
Tak perlu dirimu kuatir, bahkan
saat kau sedang asyik
bercengkerama dengan dosa.

Kubawa itu sebagai janji, laksana kertas tersaput kanji.
Erat merekat tanpa henti, kuat melekat bagi hati.
Kudekap kau hingga setelah mati.

Sebagai Kekasih yang kau sebut Maha ini,
Kutahu kedalaman hatimu,
yang kini melonjak bahagia, namun terkadang
ragu akan Aku.


2009

Rasa yang Duduk Disampingmu

:Inez Pecia Zen

mengapa aku begini sedih
lihat duka tepuk bahumu
beruntun tak mau tahu
kembali kala pertama disapih

mengapa aku begini sakit
menyatu dekat pada derita
di sabarmu yang makin renta
bahagia serasa makin sedikit

mengapa aku begini pedih
pandangi kau bergelut makna
berdiri bangkit, lalu kuat menganak
sedang dadamu tersayat perih

lalu, mengapa aku begini murka
tarik dirimu cari keadilan
ketegaranmu itu samudera
bening hatimu bukan buatan

ah, kurayu saja Tuhan
peluk engkau jalani proses menerima
lalu lekas ajak kau ke masa depan
saat kautemukan dirimu mengaca

lalu puas tertawai
dukamu pada kini


2009

Kepada Langit, Kukirimkan Bumi

:sahabat kecil, Airlangit Savana dan Puan Swasti Bumi

berselimut pagi petang
beralas darat lautan
berpayung matahari bulan gemintang

rangkulah sedih sepi setia bersama
urai luka dukanya hidup
lalu tebarkan lekas sepenuh tawa

bertengkarlah dalam diskusi mendewasakan
demi gelisah akan kebenaran
tanpa terbawa belenggu rasa

jadilah pembawa damai dimanapun
bagikan harapan suci
pada alam semesta dan seisinya

Wahai Langit dan Bumi,
bersekutulah senantiasa
nikmati tugas kehidupan


hingga kelak,
langit dan bumi
menyatu


2009

Rekonsiliasi


perhatikan petaka yang sudah kalian ukir atas hidup kami :

setelah dengan congkaknya kalian rampas tanah kelahiran kami
juga kalian bunuh serentak leluhur yang melahirkan kami
tak luput bayibayi kecintaan kami yang baru lahir
juga belum puas kalian perkosa jalan lahir kami

kami hidup dalam kubangan luka menganga
tak habis dimakan usia

kini,
tanyakan pada semua orang suci milik kalian
setelah semua ini
bagaimana cara kami

mengampuni yang tak terampuni


2009