: Kika
jika hari ini
kesepian batal pergi
mungkin karna ia
diam diam cinta
padamu, yang tersendiri
ia lekat seperti lintah
namun enggan mengisap
malam paling sunyi paling suci
milikmu, yang kau peluk
erat
erat
sampai menetas cahaya
mungkin juga ia ngerti,
diam diam kau rindukan ia
datang mengurai rambutmu, atau
sekedar dengarkan sebongkah galau
sembari duduk, ia salurkan
kekuatan agar terpecah
lewat teriak
mu
1707.2010
Sabtu, 17 Juli 2010
Selasa, 13 Juli 2010
Ibu Adalah Laut
Ibu adalah laut
rahim tempat kehidupan
terlindung
bahu tempat penghidupan
bergantung.
Ibu adalah laut
garami kisah yang tawar
kerapuhan ditiupi angin
desah desau misteri
kekuatan datang dari ratapan.
Siapa hidup
di peluk Ibu
siapa mati
di genggam Ibu
siapa
siapa yang kira
kemana jiwa bergerak
siapa.
Tapi Ibu adalah laut
yang pasrahkan diri diwarna langit
tengadah nantang mataharibulan genit
yang gantian bercermin tanpa ampun.
Oh,
seperti berada di ujung maut
dalam buai bayang takut
sungguh mati disini,
ibu kesepian seperti laut.
2010
Sabtu, 26 Juni 2010
Langkah Menuju Kekal
:Gereja Atmodirono
Lihat lihatlah lihat
gereja megah sudah kita punya
tujuh puluh tahun kesetiaan menitik
disaksikan kokoh bangunan neo gotik.
Adakah Tuhan beserta kita
saat mendekap altar memberi tenang
alunan lagu megah membuai umat yang ramai
dalam bangga dalam pasrah dalam damai?
Bila bilakah bila
duduk berdoa diam terpejam
peluk tradisi tersenyum bangga
mampu ingatkan langkah pada tugas?
Masih timpang keadilan dan perdamaian
kemiskinan meluas tanpa belas
alam compang camping mohon welas
ada pembunuhan kehidupan dan penghidupan.
Lihat lihatlah lihat
diluar sana anak anak menangis
ibu bapa tak bisa makan jadi petaka
kematian belum sempat mengenal kasih.
Tilik dan selidiki
kemana harusnya langkah diri
sediakah mari
bersatu tekadkan kaki
dan pastikan ini:
hancuri segala ruang nyaman
lawan gaya hidup mewah
tumbangkan kesenjangan
koyak segala ketidakadilan
sebab kesanalah kita berjuang
menuju kekal.
2010
Lihat lihatlah lihat
gereja megah sudah kita punya
tujuh puluh tahun kesetiaan menitik
disaksikan kokoh bangunan neo gotik.
Adakah Tuhan beserta kita
saat mendekap altar memberi tenang
alunan lagu megah membuai umat yang ramai
dalam bangga dalam pasrah dalam damai?
Bila bilakah bila
duduk berdoa diam terpejam
peluk tradisi tersenyum bangga
mampu ingatkan langkah pada tugas?
Masih timpang keadilan dan perdamaian
kemiskinan meluas tanpa belas
alam compang camping mohon welas
ada pembunuhan kehidupan dan penghidupan.
Lihat lihatlah lihat
diluar sana anak anak menangis
ibu bapa tak bisa makan jadi petaka
kematian belum sempat mengenal kasih.
Tilik dan selidiki
kemana harusnya langkah diri
sediakah mari
bersatu tekadkan kaki
dan pastikan ini:
hancuri segala ruang nyaman
lawan gaya hidup mewah
tumbangkan kesenjangan
koyak segala ketidakadilan
sebab kesanalah kita berjuang
menuju kekal.
2010
Selasa, 25 Mei 2010
Pulanglah Penyair Petualang!
Kukembalikan bait puisimu
yang penuh kelu mendayu,
nyatanya kata cuma dusta
dari petualang yang dahaga.
Kukembalikan seorang penyair
yang bertualang tak kenal akhir,
memburu cinta para perempuan
yang limbung pahami kehidupan.
Biar segala kembali ke asal.
Ku tak mau berkayuh dalam sesal,
teperdaya cumbuan gombal
dari bibir seorang pembual.
Ya.
Kukembalikan sebentuk puisi
kepada penyajaknya,
seperti seorang penyihir
kembali pada ucap mantranya.
2010
Rabu, 19 Mei 2010
Ambigu
kalian datang sarat hasrat
bawa cinta yang sempurna
untukku yang pernah dungu
tuju surga yang ungu
mama, jangan lagi angani bunuh diri
yang jiwanya ingini setia ciumi kami
rambutku sudah diurai
darah tlah dikeluarkan dari luka
di bangsal ini aku bercerai
dari putus asa dari kering jiwa
pasien kesekian kasus kering peluk
dinyatakan sembuh karna kalut terbalut
kutatap suami yang seperti ngerti
pernah di kegelapan kudekap kau
dimana gerangan lelakiku
lalu air matamu ngalir
istriku, tak kubiarkan sesakmu berulang
biar binar bahagia tak lagi berpulang
mengapa kalian awetkan cinta
padaku yang begini rapuh
dimana sebenar benar bahagia
yang sejuknya buatku mengaduh
mari lekas menuju rumah
sebab kesanalah
masih mungkin kutemu
serpihan lelakiku
2010
Minggu, 16 Mei 2010
MENOLAK LUPA!
kulihat poster poster bergambar Munir
MENOLAK LUPA!
tegas terbaca
di gang gang di jalan jalan tercium bau anyir
diingatkan Mei
dimana mana kemana mana
dari masa ke masa
dehumanisasi terus terjadi
yang hidup
dipaksa mati
yang hilang
tak kembali
apa yang bisa kubuat?
dengarkan suara korban?
sebarkan kisah mereka?
dalam bentuk apa saja kubisa?
Elie Wiesel bilang,
“Mari merebut ruang,
agar kata kata terakhir
tidak dikuasai pelaku
tapi jadi milik korban!”
Jogjakarta, 2010
SandraPalupi
Jumat, 14 Mei 2010
Pada Titik Perjalanan
ia menjelma petir
diluar kehendak
yang menggelegar getir
dimana hendak
sekeras tenaga
ia menolak
segenap jiwa
ia mengelak
o, hasrat ini
tak seharusnya kualami
rasa ini
tak semestinya kuikuti
sekuat kuat ia bertahan
pertaruhkan kesetiaan
sekuat kuat ia berdoa
pertaruhkan kemurnian
tapi ia menjelma petir
yang menggelegar getir
seterang terang pijarnya
sepilu pilu hatinya
2010
Langganan:
Postingan (Atom)